Wednesday, June 5, 2024

Sarat Inovasi! Proyek IKN Gunakan Beton Cepat Kering dan Semen Hijau


Plaza Ceremony dengan latar belakang Kantor Kementerian Koordinator 3 dan 4 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN).

Jakarta – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, didesain dengan konsep smart city and green city yang mengedepankan pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan berkomitmen pada penurunan emisi karbon.

Oleh karena itu, bahan bangunan yang digunakan harus ramah lingkungan, termasuk produk berbahan dasar semen. Di antaranya yang akan dipasok oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG adalah green cement atau semen ramah lingkungan seperti hidraulis.

Kemudian produk turunan semen termasuk beton dan paving porous, serta solusi konstruksi seperti SpeedCrete atau beton cepat kering, soil stabilizer, dan bahan bangunan lainnya.

SIG telah meneken kesepakatan kerjasama penyediaan solusi bahan bangunan pada Kamis (30/5/2024) yang dilakukan oleh Direktur Utama SIG Donny Arsal, dan Direktur Utama Bina Karya (masterplan developer) IKN Boyke P Soebroto.

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, kerja sama ini mewakili dua proyek besar, yaitu IKN yang menjadi simbol komitmen Negara menuju net zero emission dan komitmen Kementerian BUMN yang mendorong seluruh BUMN di sektornya masing-masing untuk melakukan carbon mapping dan carbon reduction yang terukur.

“Melalui kerja sama ini, SIG mampu menjadi salah satu katalis sebagai penyedia bahan bangunan dalam kategori green karena menjalankan prinsip-prinsip ESG secara baik,” ujar Tiko.

Kerja sama ini juga sejalan dengan Instruksi Menteri PUPR Nomor 04/IN/M/2020 tentang Penggunaan Semen Non-Ordinary Portland Cement pada Pekerjaan Konstruksi, yang ditujukan kepada seluruh unit organisasi untuk memastikan agar konsep green constructionbisa diwujudkan salah satunya dengan bahan bangunan ramah lingkungan.

Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah menambahkan, pembangunan IKN merupakan kerja besar pemerintah.

“Sehingga butuh kolaborasi untuk memastikan kaidah-kaidah pembangunan hijau terus dijalankan dan dapat menghasilkan karya dan manfaat yang besar dan memberikan dampak kebaikan untuk semuanya,” tutur Zainal.

Direktur Utama PT Bina Karya Boyke P Soebroto mengharapkan kerja sama ini berjalan lancar.

“Kami harap melalui kerja sama ini, semua bangunan di IKN tidak hanya mengusung konsep green building tapi juga green construction karena menggunakan bahan bangunan ramah lingkungan,” imbuh Boyke.

Adapun Direktur Utama PT Semen Indonesia Donny Arsal menegaskan, memasok solusi bahan bangunan adalah langkah strategis untuk memaksimalkan peran dan kontribusi SIG dalam pembangunan di IKN.

“Hal ini juga sekaligus menegaskan komitmen untuk selalu mendukung pemerintah dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia,” cetus Donny.

 

 

 

 

 

 

Kota Membanggakan! Pembangunan IKN Berbasis Seni dan Budaya, Otorita IKN Gandeng Perguruan Tinggi Seni


Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). (Foto: Ist)

Jakarta – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) hari ini mengumumkan langkah strategis dalam memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pembangunan Ibu Kota Nusantara. Pada Jumat (31/05/2024), di Kantor Otorita IKN, Jakarta, telah dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Otorita IKN dan sejumlah perguruan tinggi seni dan budaya terkemuka di Indonesia.

Penandatanganan nota kesepahaman ini menandai komitmen awal dalam membangun kolaborasi yang erat antara Otorita IKN dan lembaga pendidikan tinggi dalam bidang seni dan budaya.

Tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan, menggalakkan penelitian yang berbasis pada kearifan lokal, serta memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Dalam sambutannya, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Bambang Susantono, menyampaikan, “Kerja sama ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi pembangunan Ibu Kota Nusantara yang berbasis pada kearifan lokal dan keindahan seni budaya Nusantara. Kami yakin dengan sinergi yang terjalin, kita dapat menciptakan terobosan-terobosan baru yang berdampak positif bagi masyarakat Indonesia.”

Adapun perguruan tinggi seni dan budaya yang terlibat dalam kerja sama ini meliputi Institut Seni Indonesia Denpasar, Institut Kesenian Jakarta, Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Institut Seni Indonesia Surakarta, Institut Seni Budaya Indonesia Aceh, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya, Institut Seni Indonesia Padang Panjang, serta Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua.

Kerja sama ini diharapkan membawa dampak positif yang signifikan, tidak hanya bagi perkembangan akademik dan keilmuan, tetapi juga bagi pengembangan sosial, budaya, dan ekonomi di wilayah Ibu Kota Nusantara serta daerah delineasi Nusantara.

Melalui komitmen bersama dan semangat kolaborasi, pembangunan Ibu Kota Nusantara yang inklusif dan berkelanjutan dapat terwujud, menciptakan terobosan-terobosan inovatif yang berdampak positif bagi masyarakat Indonesia.

 

 

 

 

 

 

Berdampak Positif! Peluang Bisnis MICE Merekah di Kaltim Imbas IKN Nusantara


Proses pembangunan proyek IKN. (Foto: Ist)

Jakarta – Kalimantan Timur (Kaltim) telah merancang strategi dan program yang komprehensif untuk mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif seiring pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.  

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ririn Sari Dewi menyatakan telah berkomitmen untuk mengoptimalkan infrastruktur dan fasilitas di destinasi yang ada dan membangun destinasi baru dengan melibatkan masyarakat sekitar guna menciptakan sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku industri.

“Strategi ini mencakup peningkatan daya saing atraksi wisata, peningkatan layanan kepada wisatawan, dan pendampingan lapangan untuk para pelaku pariwisata,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (2/6/2024).  

Selain itu, Ririn mengatakan pihaknya fokus pada penerapan standar internasional dalam usaha pariwisata, membangun kredibilitas bisnis, dan memanfaatkan sumber daya lokal.

Dalam memasarkan pariwisata, Kaltim memanfaatkan platform digital marketing dan membangun identitas kuat melalui branding yang efektif. Kegiatan penunjang seperti MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), Famtrip (Family Trip/perjalanan keluarga), dan Bursa Parekraft (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) juga menjadi bagian penting dari strategi ini.

Menurutnya, penguatan kelembagaan pariwisata melalui kerja sama yang setara antara berbagai tingkatan pemerintahan, dunia usaha, dan masyarakat dijadikan prioritas.  

“Pengembangan kemitraan usaha pariwisata dengan pola pemberdayaan masyarakat dapat mendorong gerakan sadar wisata dan peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.   

Adapun, dia menuturkan bahwa ekonomi kreatif di Kaltim juga mendapat perhatian khusus dengan subsektor unggulan seperti kuliner, kriya dan wastra, serta aplikasi.  

Subsektor potensial seperti seni pertunjukan, fotografi, videografi, dan film, serta musik turut dipromosikan untuk menambah keanekaragaman ekonomi kreatif di Kaltim.

Dengan strategi yang terstruktur dan inovatif, Kaltim berharap untuk tidak hanya mendukung IKN tetapi juga menciptakan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan inklusif.

 

 

 

 

 

 

Lancar! Menteri PUPR Targetkan Jalan Tol IKN 6B dan Akses 6C Selesai Juni 2025

Proyek pembangunan Jalan Tol IKN Seksi 6B dan Akses Tol IKN 6C. (Foto: Ist) Jakarta  – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ba...